Farid M, Madzhab At-Tamur
mencari kebenaran ditengah keramian yang tak bertepi ini, bagaikan menyelam disungai keruh yang kita tidak pernah tahu dimana letak Daratan.
Monday, February 10, 2025
Pemerintahan Soekarno
Wednesday, February 10, 2021
Mahasiwa Zaman Now
![]() |
lucuketawangakak.blogspot.com |
Mahasiswa Zaman Now
S |
elama
manusia masih menempati bumi ini, maka selama itu pula manusia akan selalu dan
terus berubah. Perubahan tersebut baik secara alamiah maupun adanya kontak
fisik manusia dengan manusia ataupun alam memang tidak bisa dielakan lagi.
Sebagai hewan yang berakal homo sapien tentunya makhluk ini bisa membuat
apa saja yang ia kehendaki dan menghapus apa-apa yang sekiranya yang tak ia
kehendaki. Pun demikian dengan insan yang akan kita bahas ini.
Perubahan pada dasrnya menurut Prof. W.J.H Spott
dapat dibagi kedalam dua bagian: Pertama adalah perubahan dari dalam (Endogenuos
change) perubahan yang didasarkan oleh pribadi bukan atas dorongan orang
lain, namun lebih jauh ia membagi kembali perubahan ini kedalam dua bagian,
yakni perubahan secara episode (episodic change) dan perubahan secara
terpola (pattern change). Perubahan episode merupakan perubahan yang
berlangsung sewaktu-waktu dikarenakan peristiwa-peristiwa tertentu yang tidak
diperkirakan sebelumnya bisa jadi sebagai sebuah kerusuhan atau penemuan dan
lain sebagainya. Sedangkan perubahan perubahan terpola ini meman dirancang
sedemikian rupa, secara sistematis, terencana dan terprogram sehingga hasil
dari perubahan ini dapat diprediksi. Kedua perubahan dari luar (Exogenous
change) perubahan ini terjadi karena bisa saja terbawa oleh penjajah,
sebagai akibat dari invasi dan kolonialisme serta bisa saja berupa penyakit
atau wabah yang menular. sebut saja wabah demam berdarah juga Antraks yang
dua-duanya adalah wabah Import. Wabah aja kok import, ujar teman saya. Wow!
sekali bukan.
Selain dari perubahan sosial perkembangan teknologi
disadari atau tidak telah merubah banyak pAndangan manusia tentang dunia ini.
Dengan teknologi orang-orang saling berkompetisi memperkaya pribadi,
mensejahterakan kantong tiap sisi, juga kantong istri tentunya. Dengan adanya teknologipun koleksi terhadap
istri tidak sedikit dari meraka yang
bertambah. Yang satu di laptop yang satu lagi di android dan yang lainnya
silahkan Anda tambahkan sendiri.
Seiring berjalannya waktu teknologipun kini sudah
hadir diberbagai aspek termasuk aspek
pendidikan. Sebut saja mulai dari pencatatan absensi secara elektronik,
pembelajaran virtual dengan projector juga pemberian dan pengiriman tugas
belajar melalui e-mail yang sangat mudah, bahkan dewasa ini dipermudah lagi
dengan hadirnya Whats Up yang bisa membaca tugas berbentuk audio, dokumen juga
video dengan secara cuma-cuma. Para mahasiswa, dosen, guru juga murid dijenjang
sekolah dasar sampai atas, tak luput dari
teknologi. Tak jarang pula dari mereka yang menitipkan absensi di
sekolah-sekolah yang sudah mapan contohnya teknologi finger print sensor mulai
diterapkan dengan hanya mekan tombol dan tatapkan muka Anda pada face
unclok... Dan masalahpun selesai, masalah masuk dan hadirnya itu urusan
lain.
Dari sekian banyak insan pendidikan, Mahasiswa
menjadi insan pendidikan yang sering dibicarakan oleh banyak orang dimuka bumi
ini. Pola pikir, pergerakan dan juga sikapnya terhadap lingkungan masyarakat
sekitar selalu menjadi buah bibir berbagai media. Orang paling berpendidikan
ini merupakan generasi penerus bangsa yang paling dinantikan oleh masyarakat
diseluruh negeri. Mengapa demikian? Bagaimana tidak dilihat dari fungsi
mahasiswa sendiri dimana mereka telah mengemban amanah sebagai insan pembawa
perubahan, insan pengontrol kehidupan sosial masyarakat dsb.
Secara sederhana Mahasiswa bisa diartikan sebagai
insan yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang terdiri dari
sekolah tinggi, istitutusi, akademi dan yang paling umum adalah uiversitas. Jam
terbang mahasiswa di negeri ini
sangatlah diperhitungkan misalnya; negeri ini tidak bisa dinafikan bisa berdiri
kokoh sampai sekarang berkat usaha para mahasiswa, santri para agamawan juga
para politikus masa lampau. Segelintir mahasiswa dengan tekad dan semangat yang
begitu menggebu-gebu bisa dan mampu mendirikan negara tanpa campur tangan dari
negara luar. Mereka dengan gigihnya menyusun geriliya dengan membentuk PPKI
(Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan BPUPKI (Badan Usaha Persiapan
kemerdekaan Indonesia) yang tidak lain dan tidak bukan demi memerdekakan Ibu
pertiwi dari genggaman para penjajah. Dan jangan lupa atas usulan dan desakan
mahasiswa pula presiden Soeharto pada Mei 1998 dapat dilengserkan dari
jabatannya sebagai presiden terlama dan terkenal dengan kediktatorannya.
Kembali kepada mahasiswa, lalu apakah tugas
mahasiswa hanya sebagai penambang ilmu di perguruan tinggi saja? kalau demikian
maka... kalau demikian maka... itulah pertanyaan yang biasanya muncul. Maka
dari itu saya bermaksud menyinggung tentang hal ini.
Setidaknya alasan inilah yang membuat saya ingin
menuliskan beberapa patah kata terhadap beberapa fenomena yang terjadi pada
mahasiswa zaman now. Oh iya! Jangan lupa siapkan tempat duduk yang
senyaman mungkin, kopi hitam yang pekat, agar dengan bantuan kedua hal tadi
sekiranya bisa meringankan beban pikiran akan kepahitan dunia pendidikan saat
ini yang menumpuk pada insan visioner dan kritis ini.
Monday, February 8, 2021
Tersalip di Tikungan Terakhir
Hari itu sabtu tepat pukul 9 lebih 20
malam, aku mendengar kabar adanya seseorang yang sedang mencari cangkang asmara
baru setelah cangkang lamanya yang dulu dihancurkan oleh salah seorang santri
timur tengah yang entah darimana bisa-bisanya mencomot “calon jodoh” si
seseorang tersebut. Aku yang mengetahui kejadian itu langsung terhanyut kok
bisa ya dengan modal relasi dan kekayaan seseorang, seenaknya mengambil sebuah
target yang sudah ditentukan oleh seseorang.
Aku yang memang terbiasa hidup
dilingkungan pesantren faham betul bagaimana dalam hal ini perjodohan kolega
kiyai atau ustadz dengan salah satu santri atau santriwatinya seringkali
menjadi hal yang lumrah adanya. Namun, disaat bersamaan pasti selalu ada
sebingkai hati yang terluka dari pemilik sebelumnya. Pendek kata, kolega atau
saudara ini tidak tahu menahu tentang hubungan seseorang yang akan ia ambil,
bahwasanya dia telah diikat dengan ikatan yang sebelumnya ia buat. Meski dalam
praktiknya ikatan ini tidak melulu soal khitbah
ataupun yang biasa kita kenal dengan tunangan.
Dalam rumus dunia memang dibenarkan kita
mengambil sesuatu yang belum jelas pemiliknya. Artinya dengan sangat mudah kita
bisa mengambil bahkan memanfaatkan objek yang tak berpenghuni tersebut demi
kepentingan pribadi maupun kelompok. Namun, dalam kaca mata asmara sejatinya
hal ini sangat tidak etis dan tidak mempunyai estetika. Pasalnya seseorang yang
telah mengikat janji antar rasa harus dengan terpaksa mau tidak mau untuk ikut
kepada imbuhan sang penganjur dalam hal ini kiyai atau ustadz.
Seringkali usia yang sangat muda dan
kemapanan yang tidak jelas membuat beberapa kelompok menilai bahwa seseorang
tersebut belum cukup untuk mengenyam asmara. Padahal dalam realitasnya, cinta
itu bukan soal kemapanan dan juga usia tapi ia soal hati. Bila hati telah
menancap pada suatu objek maka secara tidak sadar ia akan selalu ada dalam
setiap realitas kehidupannya.
Keyakinan akan hati itu seperti kita
mempercayakan kepada salah seorang supir ketika kita hendak pergi ke suatu
tempat. Tanpa kita ketahui siapa supir, nahkoda atau pilotnya, kita dengan
pecaya diri telah menyimpan hati kita kepada pengendara itu. Bahwasanya kita
akan selamat sampai tujuan, padahal sejatinya kita tidak pernah mengenal
terlebih dahulu siapa dia, sekolah supir dimana dan seterusnya. Namun, karena
keyakinan kita akan kemampuan ia mengemudikan sebuah kendaraan secara otomatis
otak dan hati akan mengkoding bahwa ia akan memberikan layanan keselamatan yang
baik sampai tujuan. Begitupun dengan kita berkomitmen soal hati. Tak ada yang
bisa memungkiri hal tersebut.
Pagi itu memang angin berkisah pada
fajar cerah bahwasanya akan tiba saatnya dimana sebuah hati akan rontok oleh
materi dan relasi. Entah apapun dan seberapapun hati begriming untuk menemukan
asmara materi dan relasi tetap menjadi juru kunci bagi sebuah spit law. Hukum terkadang memang seperti
itu, kenyataan sebuah kebenaran selalu menjadi bualan ketika berada pada posisi
dimana si tukang tani akan kalah dengan konstruktor jagat ini.
Tuesday, September 10, 2019
Tatapan Terakhir
**************************************************
Pujaan hatiku beberapa tahun lalu telah pergi dengan mengisyaratkan mulutnya
Kemudian ku telusuri maksud isyarat itu, setelah sekian lama aku baru sadar
Ia yang kucinta berpesan “Agar tak mengumbar cinta ke sembarang orang”
Isyarat mata yang pernah kau lirikan begitu tajam kubalas dengan curian pandangan terkahir
Kau melangkah begitu saja, bebanpun rasanya tak ada
Terimakasih atas segala do’a-do’a yang pernah terucap dan yang belum sempat terucap
Bodohnya aku adalah pernah kenal denganmu. Memisahkan penglihatan mata bisa saja satu atau dua menit
Untuk urusan hati kaupun tahu itu tak semudah melepaskan burung yang dengan begitu saja ia hilang tak tahu kemana
Kehidupanku kini tak lebih dari gila asmara
Bila kegilaan itu telah lewat
Maka kegilaan lainnya akan segera menyusul, entah dengan anggur atau sekedar dengan cinta yang sesaat
Tuesday, November 13, 2018
KEISTIMEWAAN BAHASAN ARAB
KATA PENGANTAR
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
1.2
Rumusan Masalah
PEMBAHASAN
2.1
Asal-Usul Bahasa Arab
2.2
Kaitan Bahasa Arab Dengan Al-Qur’an
2.3
Keistimewaan Bahasa Arab Sebagai Bahasa
Al-Quran
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Pemerintahan Soekarno
PEMERINTAHAN SOEKARNO MAKALAH Oleh: Parid Maulana SMP IT AL-QUR’AN AL FADLILAH BL. LIMBANGAN TAHUN 2025 Kata Pengantar Assalamu’...

-
lucuketawangakak.blogspot.com Mahasiswa Zaman Now S elama manusia masih menempati bumi ini, maka selama itu pula man...
-
Tak banyak yang diketahui orang pada umumnya tentang definisi berita itu apa, sederhananya mereka mengartikan berita itu sebagai sebuah...
-
PEMERINTAHAN SOEKARNO MAKALAH Oleh: Parid Maulana SMP IT AL-QUR’AN AL FADLILAH BL. LIMBANGAN TAHUN 2025 Kata Pengantar Assalamu’...